• Home
  • Profil Pemain
  • Mengapa Mirra Andreeva Mengundurkan Diri dari WTA Finals 2025 — dan Apa Artinya untuk 2026

WTA Finals 2025 di Riyadh menampilkan kehadiran kuat para pemain Rusia di nomor tunggal maupun ganda, dengan Mirra Andreeva, Ekaterina Alexandrova, Diana Shnaider, dan Veronika Kudermetova berpartisipasi dalam berbagai kapasitas. Andreeva dan Alexandrova melakukan perjalanan ke kejuaraan penutup musim sebagai pemain cadangan tunggal, sementara Shnaider dan Kudermetova bertanding di nomor ganda. Namun, turnamen mengambil arah tak terduga pada hari Rabu ketika Alexandrova dipanggil bermain untuk menggantikan Madison Keys yang sakit, sementara Andreeva menolak untuk bertanding meski menjadi cadangan pertama dalam daftar.

Situasi tersebut langsung menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar: mengapa Alexandrova masuk ke dalam undian lebih dulu daripada Andreeva jika Mirra awalnya adalah cadangan pertama? Tak lama kemudian, jawabannya dikonfirmasi langsung oleh WTA. Dalam pernyataan resmi, organisasi tersebut menjelaskan bahwa “Mirra Andreeva memilih untuk tidak bertanding karena ia merasa tidak cukup siap hari ini.” Dengan keputusan itu, Alexandrova—yang terdaftar sebagai cadangan kedua—masuk menggantikan dan menghadapi Elena Rybakina dalam pertandingan round-robin.

Pengunduran diri Andreeva bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Petenis berusia 18 tahun itu memasuki WTA Finals setelah akhir musim yang sulit, kalah dalam tiga pertandingan tunggal berturut-turut dan gagal lolos langsung ke Finals hanya karena selisih enam poin peringkat. Sesampainya di Riyadh, ia memainkan dua pertandingan ganda bersama Diana Shnaider, kalah di keduanya dan secara resmi tersingkir dari peluang mencapai semifinal. Performa dalam pertandingan tersebut menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang jelas, baik secara fisik maupun emosional.

Konteks juga berperan penting. Bagi seorang pemain veteran yang berada di tahap akhir karier, tampil sebagai cadangan tunggal—bahkan dalam pertandingan yang lebih bersifat simbolis—bisa memiliki nilai besar: tambahan poin peringkat, hadiah uang, pengalaman, atau mungkin kesempatan terakhir untuk bermain di panggung besar. Namun Andreeva baru berusia 18 tahun, dan tujuan jangka panjang serta arah kariernya sangat berbeda. Ia dipandang sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di tenis putri, dengan ekspektasi bahwa ia akan lolos langsung ke WTA Finals di masa depan dalam kondisi normal. Dalam situasinya, memaksakan diri turun ke lapangan di akhir musim yang melelahkan, ketika ia merasa tidak siap secara fisik, memang tidak diperlukan.

Berdasarkan level permainannya dalam beberapa pertandingan terakhir, wajar juga untuk memperkirakan bahwa Andreeva mungkin akan menarik diri dari sisa kompetisi ganda bersama Shnaider, karena pasangan tersebut sudah tersingkir dari persaingan menuju semifinal. Melihat performanya, beban pertandingan, dan kondisi keseluruhan, keputusan seperti itu tidak akan mengejutkan siapa pun.

Bagi Andreeva, prioritas utama sekarang adalah pemulihan. Setelah awal musim 2025 yang menjanjikan, paruh kedua tahun ini menunjukkan betapa besar tekanan fisik dan mental dari kenaikan pesatnya di tur. Meluangkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri bisa menjadi langkah penting menjelang musim 2026—terutama ketika ia bersiap menghadapi turnamen-turnamen besar, termasuk US Open 2026.

Meski mengalami kesulitan di akhir musim 2025, Andreeva tetap menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan pada musim mendatang. Pencapaiannya sebelumnya, kematangan taktis, dan pemilihan pukulan yang cerdas sudah membuatnya menonjol dibandingkan banyak pemain seusianya. Dengan persiapan yang tepat dan pendekatan yang lebih segar, ia diperkirakan akan kembali ke jajaran atas WTA Tour dan kembali bersaing di panggung-panggung terbesar.

Seiring perhatian beralih menuju musim baru dan persiapan menjelang US Open 2026, para penggemar akan mengikuti dengan cermat bagaimana Andreeva bangkit kembali. Keputusannya untuk memprioritaskan kesehatan dan kesiapan jangka panjang pada akhirnya dapat menempatkannya pada posisi yang jauh lebih kuat di tahun mendatang—dan berpotensi menjadikannya salah satu kandidat utama di New York jika ia mampu kembali ke performa awal musimnya.

Untuk saat ini, pengunduran dirinya dari Riyadh menyoroti tantangan yang dihadapi para atlet muda dalam menjalani jadwal profesional penuh—serta pentingnya membuat keputusan strategis demi menjaga keberlangsungan karier dan kualitas performa.

Related posts