Kalender tenis mulai kembali stabil setelah Australian Open, dan tur menghadirkan drama baik di dalam maupun di luar lapangan. Dari keluhan pemain soal kondisi turnamen hingga pencapaian karier, momen emosional, dan keputusan besar di luar lapangan, berikut rangkuman lengkap cerita terpenting dalam sepekan terakhir di dunia tenis profesional.
Kontroversi di Rotterdam: Pemain Keluhkan Bola
Turnamen ATP 500 di Rotterdam menjadi sorotan bukan semata karena hasil pertandingan, melainkan karena bola yang digunakan selama kompetisi.
Daniil Medvedev menjadi pemain pertama yang secara terbuka mengkritik bola merek Head yang dipakai di turnamen tersebut. Dengan gaya khasnya, ia menyebut bola tersebut sulit dikontrol dan memberikan komentar yang cukup tajam.
Namun keluhan itu tidak berhenti pada satu pemain. Sejumlah peserta lain turut menyuarakan hal serupa, termasuk juara turnamen, Alex de Minaur.
De Minaur menjelaskan bahwa bola terasa “mati” dan sulit dikendalikan, terutama dalam reli panjang. Menurutnya, karakter bola tersebut lebih menguntungkan pemain dengan servis keras dan pukulan topspin berat dibandingkan pemain yang mengandalkan presisi dan timing.
Isu konsistensi bola memang menjadi diskusi berulang di tur dalam beberapa musim terakhir. Variasi kecil dalam tekanan, tekstur felt, dan pantulan bisa berdampak signifikan terhadap dinamika pertandingan, khususnya di lapangan keras indoor.
Hukum Ketiga: Ketekunan yang Berbuah Hasil
Pola menarik muncul di beberapa turnamen pekan ini — kemenangan yang datang pada percobaan ketiga.
Alex de Minaur (Rotterdam)
Setelah kalah di final Rotterdam 2024 dari Jannik Sinner dan kembali kalah di final 2025 dari Carlos Alcaraz, de Minaur akhirnya meraih gelar pada percobaan ketiganya. Kemenangan ini menjadi tonggak penting secara mental bagi petenis Australia tersebut, yang semakin konsisten di lapangan keras.
Karolina Muchova (Doha)
Karolina Muchova menjuarai WTA 1000 Doha — gelar pertama di level tersebut — dalam final ketiganya di kategori ini. Bagi pemain yang dikenal sebagai salah satu talenta paling elegan dan kreatif di tur, ini baru menjadi gelar WTA kedua sepanjang kariernya. Gelar pertamanya diraih pada 2019.
Sebagai finalis Roland Garros dan semifinalis beberapa Grand Slam, karier Muchova sering diidentikkan dengan potensi besar dan ketahanan fisik. Gelar di Doha bisa menjadi titik balik dalam mengubah performa elite menjadi trofi nyata.
Francisco Cerúndolo (Buenos Aires)
Francisco Cerúndolo juga meraih gelar pada percobaan ketiganya di Buenos Aires. Dalam perjalanannya, ia menghentikan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat milik Luciano Darderi, mempertegas kekuatan tradisi Argentina di permukaan tersebut.
Ben Shelton dan Gelar Emosional di Dallas
Ben Shelton meraih gelar ATP keempat dalam kariernya di Dallas setelah melewati pekan penuh pertarungan tiga set. Empat dari lima pertandingannya harus diselesaikan dalam set penentuan.
Di semifinal, Shelton menang lewat tiebreak penentuan melawan Denis Shapovalov. Di final, ia menyelamatkan tiga match point sebelum akhirnya mengalahkan Taylor Fritz.
Usai kemenangan, Shelton memeluk kekasihnya, Trinity Rodman — salah satu atlet sepak bola wanita paling terkenal di dunia — yang bercanda karena terkena keringatnya.
Momen tersebut mencerminkan semakin besarnya profil Shelton, bukan hanya sebagai kompetitor, tetapi juga sebagai salah satu figur muda paling menarik di tur.
Novak Djokovic Pindah ke Yunani
Di luar lapangan, Novak Djokovic menjadi perhatian setelah dilaporkan pindah ke Yunani.
Petenis Serbia tersebut dikabarkan telah membeli properti di sana dan terlihat bertemu pejabat pemerintah Yunani. Dalam pernyataannya, Djokovic mengatakan ia “merasa seperti orang Yunani,” meski mengakui bahwa mempelajari bahasanya bukan hal mudah.
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya musim ini adalah tetap sehat dan bahagia — pendekatan realistis di tahap akhir kariernya, terutama dengan agenda Olimpiade musim dingin dan siklus kompetisi berikutnya.
Relokasi pemain elite bukan hal baru, sering kali berkaitan dengan gaya hidup, pajak, lingkungan latihan, atau pertimbangan keluarga.
Alina Korneeva Raih Gelar Terbesar dalam Karier
Alina Korneeva memenangkan gelar terbesar dalam karier profesionalnya di turnamen WTA 125 di Oeiras, Portugal.
Juara junior Australian Open 2023 yang pernah mengalahkan Mirra Andreeva itu berkembang lebih bertahap di level senior. Gelar ini membawanya naik ke peringkat 131 dunia, mendekati zona top 100.
Perkembangannya menunjukkan proses adaptasi yang stabil dan berkelanjutan — jalur yang sering kali lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dua Remaja Kembali di Top 10
Mirra Andreeva kini tidak lagi menjadi satu-satunya remaja di top 10 WTA.
Victoria Mboko yang berusia 19 tahun bergabung setelah mencapai final di Doha. Setahun lalu, petenis Kanada itu masih berada di luar top 200 — lonjakan peringkat yang luar biasa dan menandakan pergeseran generasi di tenis wanita.
Terakhir kali dua remaja berada bersamaan di top 10 adalah pada 2009 (Victoria Azarenka dan Caroline Wozniacki). Keduanya kemudian menjadi juara Grand Slam dan nomor satu dunia.
Menariknya, Andreeva kalah dari Mboko di Doha setelah memiliki match point. Kamera menangkap dirinya menangis setelah pertandingan — gambaran tekanan yang datang seiring ekspektasi tinggi terhadap pemain muda.
Para Veteran Masih Bertahan
Pengalaman tetap menjadi aset penting di tur.
Marin Cilic (37 tahun)
Cilic mencapai semifinal di Dallas dan diproyeksikan kembali ke top 50 untuk pertama kalinya sejak 2023. Kebangkitannya menunjukkan manajemen jadwal dan kondisi fisik yang matang.
Stan Wawrinka (40 tahun)
Wawrinka, yang menjalani musim terakhirnya, mengalahkan petenis 17 tahun Thijs Boogaard di Rotterdam. Selisih usia 23 tahun itu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah ATP.
Setelah hasil di Australia dan Rotterdam, Wawrinka diproyeksikan kembali ke top 100 — pencapaian impresif di usia 40 tahun.
Alexander Bublik Raih 200 Kemenangan
Alexander Bublik mencapai tonggak 200 kemenangan ATP saat melaju ke semifinal Rotterdam.
Perjalanannya dramatis: ia mematahkan servis Hubert Hurkacz saat lawan menyajikan untuk pertandingan, mengalahkan Jan-Lennard Struff yang kerap menjadi lawan sulit, dan menang lewat tiebreak penentuan atas Jaume Munar.
Namun di semifinal, stamina tampak menurun. Meski demikian, pencapaian 200 kemenangan menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling unik dan tak terduga di tur.
Menatap Pekan-Pekan Berikutnya
Dengan turnamen level Masters mulai memanas dan musim clay semakin dekat, fase penyesuaian pasca-Australian Open tampaknya telah berakhir. Talenta muda terus naik, para veteran belum menyerah, dan cerita di luar lapangan tetap sama menariknya dengan hasil pertandingan.
Untuk berita terbaru, analisis mendalam, dan pembaruan seputar para petenis terbaik dunia, kunjungi bagian berita tenis kami, tempat kami menyajikan liputan terkini dari ATP dan WTA Tour.


